Adalah news portal dari Aceh. Online sejak 22 Februari 2011 mewartakan berbagai peristiwa dari Aceh.

Arkeolog Temukan Kapal Selam Nazi Jerman di Laut Jawa
Date: 11 November 2013 - 22:33 pm, Viewer: 542

Sejarah mencatat banyak kapal selam Nazi Jerman yang menderum di laut Nusantara. Kini, arkeolog membuktikan keberadaan bangkainya.

U-Boat 505 merupakan salah satu kapal selam tinggalan Nazi Jerman seri IXC yang dipamerkan di Chicago, Amerika Serikat (Wikimedia Commons)

“Di kapal selam itu kami menemukan piring bercap Nazi!” ujar Shinatria Adhityatama, seorang arkeolog muda dan penyelam dari Pusat Arkeologi Nasional. “Masih ada temuan tengkorak [rangka manusia] dan amunisi berupa torpedo.”

Dia dan timnya belum menemukan simbol atau kode angka lain yang menunjukkan bahwa reruntuhan kapal selam itu bagian armada kapal selam yang paling disegani saat Perang Dunia Kedua. Namun, temuan peralatan makan bersimbol swastika Nazi Jerman telah menguatkan dugaan Adhityatama bahwa rongsokan besi tua di dasar laut Jawa itu adalah Unterseeboot atau U-Boat.

Ada dua piring dengan simbol Nazi Jerman warna hitam yang berhasil diangkat ke permukaan oleh tim arkeolog. Satu piring besar berdiameter 34 sentimeter, dan lainnya sebuah piring kecil dengan diameter 24 sentimeter.

“Kemungkinan itu adalah U-Boat tipe IXC/40 buatan 1943 yang tenggelam pada 1944,” ungkap Adhityatama. Dia mendapatkan informasi bahwa ada dua U-Boat yang hilang kontak dengan Berlin yang saat itu posisinya di sekitar Laut Jawa.

uboat,kapal selam,jermanKapal Selam seri IXC, U-889 yang berbendera Nazi Jerman menyerah di Shelburne, Nova Scotia, Kanada pada 13 Mei 1945. (Wikimedia Commons)

Tim Pusat Arkeologi Nasional bekerja sama dengan Balai Arkeologi Yogyakarta dan komunitas Sentra Selam Jogja melakukan eksplorasi pencarian kapal selam U-Boot yang tenggelam di Laut Jawa. Penjelajahan di kawasan laut—yang banyak menyimpan misteri tenggelamnya kapal-kapal dagang hingga kapal militer itu—dilakukan pada 4-17 November 2013.

Pada 9 November lalu, tim melakukan observasi ke dasar laut. Mereka mendapat informasi warga nelayan setempat tentang “sesuatu yang berbentuk seperti tabung” di dasar laut sekitar 68 mil dari Karimun Jawa. Tim beruntung karena mendapatkan jarak pandang yang cukup untuk mengobservasi lokasi bangkai kapal selam itu.

Hari berikutnya Adhityatama dan tim menyelisik keberadaan kapal selam Nazi Jerman yang malang itu. Bagian buritan kapalnya telah hilang.  Arkeolog tengah memastikan apakah buritan kapal selam itu hancur atau patah dan bersemayam di tempat lain. “Kapal selam ini diperkirakan panjangnya 76 meter, tetapi tersisa 47 meter,” ujar Adhityatama. “Kondisinya 60 persen—masih baik.”

“Selama ini kita hanya mendengar isu saja tentang armada Jerman yang datang ke Indonesia,” ungkap Adhityatama. Temuan ini, menurutnya, menunjukkan bahwa U-Boat tak hanya di Atlantik atau Pasifik, tetapi juga di Indonesia.

nazi jerman,cikopo,pertempuran,falkland,hindia belanda,pangrango,jawa barat,puncak,angkatan laut,perkebunan teh,makam,nisanNisan Ob.Lt. Dr. Ing. H. Haake, awak kapal selam Jerman U-196. Serdadu ini tewas karena kapal selamnya meledak akibat ranjau laut di Selat Sunda pada akhir 1944. Pada 1943-1945 Jerman memiliki pangkalan kapal selam di Penang, Jakarta, dan Surabaya (Mahandis Y. Thamrin/NGI)

Tim arkeolog tengah mengkaji mengapa banyak kapal selam Nazi Jerman bergentayangan di lautan Nusantara. Apakah mereka berdagang menggunakan kapal selam lantaran lebih aman, atau ditugaskan oleh Berlin untuk membantu Jepang atas kerjasama poros Jerman-Jepang-Italia, atau mencari suaka politik? Atau, apakah mereka ada hubungannya dengan makam serdadu Nazi Jerman yang bersemayam di Cikopo? Semuanya masih misteri.

 “Lokasi persisnya masih kami rahasiakan,” ujar Adhityatama. “Kami ingin mengamankan temuan terlebih dahulu.” Timnya khawatir terjadi penyusupan dan penjarahan apabila titik temuan itu diketahui publik, sedangkan di lokasi temuan belum ada kesiapan pengamanan.

Untuk menjaga benda—yang diduga—cagar budaya tersebut dari penjarahan dan perusakan, tim arkeolog akan melakukan pengamanan yang berbasis kepada warga. “Saat kami datang masih banyak nelayan yang menggunakan bahan peledak yang [dikhawatirkan] dapat merusak kapal selam tadi.”

“Kami akan mengadakan pendekatan ke masyarakat,” ungkapnya. Warga sekitar perlu mendapat pengertian tentang nilai sejarah sehingga diharapkan dapat turut menjaga kelestariannya. “Disamping itu perlu adanya bantuan pengamanan dari Angkatan Laut atau Dinas Kelautan Perikanan.” | sumber: nationalgeographic.co.id

Nonton Live Streaming Piala Dunia 2014 Disini
atjehtoday.com adalah Media Warga. Tulisan yang diupload di sini menjadi tanggung jawab penulis yang menayangkannya, Atjeh Today tidak bertanggung jawab atas validitas dan akurasi informasi yang ditulis masing-masing member.

comments powered by Disqus

ATJEHPOST.co